Read This, What Will This World Become?

READ THIS… SERIOUSLY….IF U DON’T THINK IT IS WORTH THE EFFORT *TAKE ME OFF OF YOUR FRIENDS LIST *

Do you remember February 1993 in England , when a

young boy of 3 was taken from a Liverpool shopping

centre by two 10-year-old boys?

Jamie Bulger walked away from his mother for only

a second, Jon Venables took his hand and led him out

of the mall with his friend Robert Thompson. They took

Jamie on a walk for over 2 and a half miles, along the

way stopping every now and again to

torture the poor little boy who was crying

constantly for his mummy.

Finally they stopped at a railway track where they

brutally kicked him, threw stones at him, rubbed paint

in his eyes, pushed batteries up his a*** and cut his

fingers off with scissors. Other mutilations were

inflicted but not reported in the press.

N.B. :- Remember, a 3year old cannot possibly
defend themselves against a 10 year old, let alone of
2 them.

What these two boys did was so horrendous that

Jamie’s mother was forbidden to identify his body.

They then left his beaten small body on railway

tracks so a train could run him over to hide the mess

they had created. These two boys, even being boys,

understood what they did was wrong, hence trying to

make it look like an accident!!

This week Lady Justice Butler-Sloss has awarded

the two boys ( now men ), anonymity for the rest of

their lives when they leave custody with new

identities. They will also leave custody early only

serving just over half of their sentence.

They are being relocated to Australia to live out

the rest of their lives. They disgustingly and

violently took Jamie’s life away and in return they

each get a new life!

Please…. . If you feel as strongly as we do, (and if you haven’t already signed this petition ) that

this is a grave Miscarriage of justice – Hit the

forward button and add your name at the end, and send

it to everyone you can !

If you are the 700th person to sign, please
forward this e-mail to: cust.ser.cs@gtnet.gov.uk
and mark it for the attention it to Lad

Categories: 777371

Efek Online

Ckck.. Kemaren2 sebelon masulk kuliah, rasanyah nyaris edan ga da gawe. Jadi aja, cuma maen depan kompi, bobo, makan. Gitu aja siklusnya tiap hari. Dah kaya ornag mati.

Sekarang dah masuk?

Bujug, sekalinya tugas dikumpul, ganti jadi kelabakan. Masa dalam satu hari, 3 kuliah, ketiganya punya tugas donk! Dan bukan tugas ecek2 kayak apa gituh. Dang!!

Categories: 777371 Tag:

The Secret Life of Bees. (Kembali) Belajar Dari Alam

Pertama mau nonton, gara-gara Opera Show.  Dan udah yakin, gag ‘kan ada di bioskop di Indonesia.

Cari-cari-cari, akhirnya dapet. Langsung ditonton (makasih Sand!).

Heuh? ada dua versi. Biasa dan ;’teatrical’ version. Asal ajah, yang biasa. Klik. nonton.



Dan, sepanjang pelem, nyaris gag berkedip. Ngena banget! Bisa jadi karena dikit-banyak udah tau tentang isu rasial, gw jadi kebawa cerita. Gak malu untuk ngaku, gw suka ni film! Terpukau, uwooww dah!

Sukses ngebawa yang nonton ke kehidupan mereka. Gimana sakitnya kehilangan, apalagi kalo gag cuma satu-dua orang. Rasa setangah-hidup saat keberadaan dianggap tak sepadan, nyaris disamakan dengan hewan. Hak-hak yang tercabut, dari orang yang bahkan gag dikasih wewenang apapun ama sang Pencipta. Cerita para minoritas, dan pertanyaan (sederhana, namun sering dipertanyakan, antara sadar dan tidak):

“Apakah aku dicintai?”


Yep, sederhana. Dan, jujur aja, gw termasuk salah seorang yang berkali-kali bertanya-tanya.

Banyak bagian di film ini yang terasa dekat ma diri. Jadi minoritas, dengan terlahir dari suku-bukan-mayoritas, golongan-bukan-berada, menganut agama-yang-seringkali-dileburkan, dan (puncaknya) ber-gender ‘kelas-kesekian’ (akui saja, bung!) yang hanya dapet entah-apa-sisanya dari warisan ortu, ato diremehkan. Dan sekarang bertambah lagi, karena memutuskan untuk mempelajari cabang ilmu ‘madesu’. Seni Rupa & Desain. Sedih. Tapi itu yang gw liat dan alami. Jadi, bukan bermaksud menyerang siapa/apapun.

Soal kehilangan. Belom. Udah, tapi belon… secara langsung. Sesuatu yang gag langsung ini (nyebelinnya), sangat mengubah jalan hidup gw dan seluruh keluarga besar gw. Yang menyebabkan cara pandang terhadap kematian cemderung (menurut orang sekitar gw) sulit diterima.


Hm.. Gw jelasin kapan-kapan deh.


Dakota Fanning jelas menambah rasa suka gw sama dia, dengan aktingnya. Dan SEMUA co-star juga pol-pol-an dah! Rasanya gag rela ‘cuma’ nonton di dvd bajakan. Hahahay.. :) )

Tips Menghadapi UN

Tips Menghadapi UN!!

Mungkin udah pada empet dengan yang beginian, jangan merasa diguru-in. Gag banget! Ini cuma usaha gw yang dulu juga pernah ngerasain paitpaitpait-nyah diteror ma U dan N itu.. Hahay..

  • Siapin mental lw!! Klo di otak dah kebentuk keyakinan loe lulus, 85% apa yang di pikiran loe bakal terwujud, alias lulus!! Jangan meremehkan kekuatan pikiran!

  • Kurangin maen en kegiatan2 macem2 (contoh : OSIS, GC, bawa acara macem2, monit, janitor, meeting, PA, Ekskul, dll)

  • Perbaikin catatan. Bikin rangkuman pelajaran a la loe sendiri, otomatis loe demen ngebacanya, en praktis dibawa ke mana2, drpada bawa buku teks segede gaban?

  • Mulai ngulang pelajaran kelas X dan XI, terutama klas XI. Jangan hanya ngutamain satu-dua pelajaran aja, ‘coz semua pelajaran tuwh penting!!

  • Ubah pola belajar, sebaiknya bikin jadwal (tapi turutin jadwalnya yap..)

  • Manfaatin upaya yang dibikin sekolah, klo ada try out lakukan dengan sunguh2..jangan anggep sepele TO, biar sekalian ngelatih mental!!

  • Klo bisa sih les di luar, klo gak bentuk kelompok blajar 3-4 orang, inget ini bwat blajar, bukan sms-an ato ngerumpi!!

  • Jangan berlebihan blajar. Dua jam tiap malem juga cukup (dari jam 8 mlm), ato di bagi sore setengah/ satu jam, malem 1 ato 1.5 jam. Bisa juga sekedar baca2 catatan sebelum worship pagi. Tapi inget ‘neng, overdosis belajar cuma bikin stress!

  • Mengingat kecanduan sms-an yang parah, biasakan saat blajar (± 2 jam) non-aktifin Hape loe!!

  • Most important.. do the best and let GOD do da rest ‘keY!!

Categories: st t H8 B1 Tag:,

Apa-apaan Sih?

Peduli amat pada bilang apa, tapi tadi tuh kekeselan gw dah muncak bet. Emang gw sial mulu, dah bawaan gw terima tapi dalam seminggu berkali-kali ilang karya tuh KETERLALUAN!!
Dah nabung dan cape-cape nge-print, gw dah berniat b-a-n-g-e-t, ngerjain ntuh komposisi batik demi pameran. Masa’ gw bener2 gag kan ada 2-D nya? Kenyataannya, habis ngebantuin angkat2 meja, tuh gulungan putih dah ilang! Beserta tas dan tetek-bengek lainnya. Maksud gw, masa sih ada yang mow ambil? Udah gag da yang ngerjain batik lagi gitu loh. Kesel banget!
Categories: Tentang Lunes Tag:

Diproteksi: UAS, Oh UAS

28 Mei 2009 Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Categories: Tentang Lunes Tag:

Polyvore, Create n’ Explore

Dulu, entah kapan, dah pernah baca tentang situs nyang bisa dibikin untuk menunjukkan gaya kita, bisa madu-padanin baju+tas+sepatu+deelel sesuka hati. Yup, itu dia Polyvore. Dan tiga hari nyang lalu, lebih karena bosen, gw buat akun-nya deh.
Ternyata, temen2 gw dah banyak nyang ikutan. Yah jujur aja, buat gw nih ngebosenin. Lha kayak begini, mesti nyari koleksi yang beda, kalo gag hasilnya sama aja. Nah, proses cari-mencari koleksi itu nyang males. Mana gag punya internet, jadi aja gag kan keurus.
Cuma, pas tadi temen gw ngasih liat hasil salah satu anak TPB, gw jadi kepancing buat maen lagi. Habisnya tuh anak gag ada minat ke fashion, tapi lumayan aktif dan hasilnya juga lumyan. Uwgh.. rasa-gag-mau-kalah gw langsung muncul. Gw juga bisa kalo gituh doang mah!!
Wahahahay.. jangan salah. Bukan gag suka liat orang lain bagus, tapi lebih ke pencapaian diri sendiri. Masa ngomongnya mau terjun di dunia fashion, tapi hasil polyvore-nya gag da? Yah, setelah dipikir2, lumyan juga, gw bisa latihan mix-match barang2 yang (bahkan) gag da yang gw punya.

Yahh.. yang mow liat contohnya, ada niih..

And Then There Were None

Ten little Indian boys went out to dine;
One chocked his self and then there were nine.
Nine Indian boys sat up very late;
One overslept himself then there were eight.
Eight Indian boys traveling in Devon;
One said he’d stay there then there were seven.
Seven Indian boys chopping up sticks;
One chopped himself in halves then there were six.
Six Indian boys playing with a hive;
A bumble-bee stung one then there were five.
Five Indian boys going in for law;
One got in Chancery then there were four.
Four Indian boys going out to sea;
A red herring swallowed one then there were three.
Three Indian boys walking in the zoo;
A big bear hugged one then there were two.
Two Indian boys sitting in the sun;
One got all frizzled up then there was one.
One Indian boy left all alone;
He went and hanged himself and then there were none.


Suka banget ma puisi ini. Agak bingung sih, puisi anak-anak yang bisa bikin anak-anak imbisil. :)

Categories: I*S*I*S Tag:

Flash Mob Freeze – Bener-bener ‘DIAM’

Kemaren, seperti nyang dah direncanain, gw ma yang laen ikutan flash mob di JVP. Dah bosen jadi perform, gw milih buat keliling-keliling mengabadikan kejadian ntuh, yang menjadi awal bencana.

Tadinya gw mow ngajak dokur sama temen-temen di luar kampus/prodi buat ikutan -bukan perform, tapi buat jadi jurnalistik- sekalian nambah rame, pikir gw. Ternyata di rumah dadakan ada acara, dan temen gw pada ke acara wisudaan, karena disana mereka sekalian cari dana. Akhirnya, gw yang kelimpungan. Gag ada yang bisa dipake buat ngerekam, dan kudu nyari orang buat jadi tim jurnalistik. Awalnya dah yakin, minimal ada 3 kamera-video buat ngerekam, dan entah berapa kamera digital buat moto-moto narsis disana. Ternyata, semua berantakan.
Berawal dari situ. Gag mau ngecewain temen-temen yang dah siap tampil, gw maksa nyari apapun nyang bisa ngerekam kemana-mana. Akhirnya dapet juga, di saat-saat terakhir, cuma digicam pula. Sebodo dah, nyang penting ada. Eh, ternyata pas nyampe di lokasi, ada temen yang bawa handycam, dan dihibahkan ke gw buat ngerekamin aksi anak-anak nanti. Waduh, jadi megang dua gini. Tapi gag da yang mau nge-rekamin.
*Ting!*
Tiba-tiba gw dapet ide luar-biasa (ato mungkin luar-binasa), buat tetp make kedua alat itu. Yang satu gw pegang, dan digicam-nya gw selipin di kantong tas sebelah kiri gw, dengan pertimbangan, bisa nambah dokumentasi dengan sudut pandang yang beda. Dah gw coba, dan hasilnya (menurut gw) lumayan lah, gag biasa + menarik. Dan sekalian mengantisipasi satpam nyang seliweran dimana-mana.

Akhirnya, jam 8 pas, semua diem. Beku. Dan gw mulai menunaikan tugas, keliling arena, meng-abadikan gaya mereka yang mendadak diem di tempat dengan gaya (kebanyakan) biasa. Tambahan doang, gw dah mulai ngerekam dari sekitar 5 menit sebelum merekka ‘freeze’, dan sebelon jalan, gw nge-cek ulang ke-dua kamera. Ada, rolling, siap jalan.

Lima menit berlalu, semua mendadak bergerak kayak gag da kejadian apa-apa. Gw juga jalan nyante aja ngelilingin tempat itu sekali lagi, dan disitulah kesalahan tebesar gw!

Pas balik lagi ke tempat awal, gw ketemu salah satu temen gw, yang langsung pengen liat hasil rekamannya. Pas baget, gw langsung buka handycam, mendadak gw inget digicam-nya belon dimatiin juga. Langsung ngerogoh saku samping, dan gw langsung diem. Beku. Kamera-nya gag ada! Panik. Pikiran pertama: “Gimana gw bisa ganti?” selanjutnya: “Ilang deh, satu lagi temen.”
Temen-temen gw langsung pucet pas gw bilang,” Kameranya ilang!”

Selanjutnya, cuma usaha (yang gw tau) sia-sia buat nyisir daerah situ, berharap ketemu kameranya yang (moga-moga) jatoh. Tapi, seperti nyang dah gw duga, gag ketemu.
Reaksi si empunya? Diem. Kayak gag percaya. Setelah sadar, ngamuk. Emang diem, tapi gw cukup kenal dia untuk tau dia sakit banget ngedengernya.

Akhirnya (dibantu kk kelas gitu) rame-rame ngelapor ke satpam, dan (disingkatin ceritanya) lanjut ke kantor polisi yang lamanya bikin laper. Ampun deh. Rencana mow seneng-seneng, malah gini. Hilang kamera, kudu ganti (entah duit dari mana, kuliah aje masih ngutang dulu) nyang harganya hampir biaya kuliah dua semester di ITB, gag jadi nonton padahal dah beli tiket (yang mesti nabung lama buat satu tiket itu doang), pulang lewat tengah malem sendiri (yep, gag da yang mau + bisa nganter), gag ada angkot (dan kudu jalan lebih dari 20 menit). Dah gag bisa nangis. Dah kosong banget, gag tau mo ngapain.

Kita Lihat Hasilnya

Udah muak banget ma tugas-tugas, bosen ngulik situs pertemanan macem Plurk ato Facebook, akhirnya buka email nyang dah numpuk banget mpe ratusan (ato dah nyampe ribuan? gag inget), dan ketemulah satu imel dari satu blog tentang tutorial gratisan. Penasaran. Dibuka deh. Baca-baca dikit –pas banget gw lagi demen nge-blog– dan.. banyak hal nyang-tadinya-dah-lupa-saking-kelamaan-gag-ngulik-blog jadi keinget lagi.

Dan.. semangat gw langsung muncul. Bukaann.. bukan semangat ngerjain tuh Nirmana, tapi langsung pengen ‘bet ‘megang’ tuh blog nyang lama terlantar (paling gag, terlihat mantabh gtuh biarpun isinya ngaco) supaya nambah semangad buat nulis.. LOL :)

Setelah ngutak-ngatik sana dan sini, taraa… ini dah jadinyah. Belum liat juga kayak apa, soalnya gw kudu buat tulisan baru biar bisa liat hasilnyah kek apa. Jadi, ni sebetulnya tulisan ‘nyampah’ doang. Jahh, nyang namanya blog (menurut gw) mang ‘buku-sampah-sedunia’ kan? *langsung disepak ma para blogger*

Yeah, gimana juga, ini blog gw, suka-suka aing mu diapain. Ea’ gag? LOL

Categories: DemenBetNyampah
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.